.jpeg)
Pondok Pesantren Al-Mu’minien Lohbener Indramayu
Sejarah Pondok Pesantren Al-Mu’minien Lohbener Indramayu
Pesantren yang Mencetak Generasi Beriman dan Berilmu
Pondok Pesantren Al-Mu’minien Lohbener merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam yang berkembang di Kabupaten Indramayu. Pesantren ini berdiri dengan semangat untuk mencetak generasi muslim yang berilmu, berakhlak, serta memiliki komitmen kuat terhadap nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
Cikal bakal berdirinya Pondok Pesantren Al-Mu’minien Lohbener bermula dari sebuah musholla kecil yang dibangun oleh KH. Abdus Syukur (Alm). Musholla tersebut berada di Desa Lohbener, tepatnya di Blok Bojong Karang Malang atau yang dikenal dengan sebutan Jongkara. Pada masa awal berdirinya, kegiatan pendidikan yang berlangsung masih sederhana berupa pengajian Al-Qur’an bagi masyarakat sekitar dengan sistem pembelajaran yang sederhana sebagaimana pengajian di musholla pada umumnya.
Seiring berjalannya waktu, kegiatan pengajian tersebut sempat mengalami masa kurang aktif. Namun pada awal tahun 1991, kegiatan pendidikan kembali dihidupkan oleh Muhammad Sahli Mahmud, cicit menantu KH. Abdus Syukur yang juga merupakan alumni Pondok Pesantren Al-Amien Madura. Dengan dukungan K. Masduki (Alm), kegiatan belajar mengajar mulai berjalan kembali dengan sistem yang lebih terstruktur dan berkembang.
Selain pengajian Al-Qur’an, kegiatan pendidikan kemudian diperluas dengan berbagai program pembelajaran seperti pengajian kitab kuning atau kitab klasik, latihan pidato tiga bahasa, pembacaan puisi, serta qiro’at Al-Qur’an. Program-program tersebut pada masa itu tergolong cukup maju karena tidak banyak diterapkan di tempat pengajian lainnya.
Melihat perkembangan yang cukup pesat, salah satu tokoh masyarakat setempat, H. Kurdi Maksum, mengusulkan agar didirikan sebuah lembaga pendidikan pesantren yang lebih terstruktur dengan sistem pendidikan modern yang terinspirasi dari pesantren modern seperti Gontor. Usulan tersebut kemudian dibahas melalui berbagai pertemuan, baik formal maupun nonformal, bersama tokoh masyarakat dan para pengelola pengajian.
Berdirinya Pondok Pesantren Al-Mu’minien Lohbener
Setelah melalui musyawarah yang cukup intensif mengenai pentingnya lembaga pendidikan berbasis pondok pesantren modern, akhirnya tercapai kesepakatan bersama untuk mendirikan sebuah pondok pesantren. Tanggal 17 Ramadhan 1412 Hijriah yang bertepatan dengan 22 Februari 1992 kemudian ditetapkan sebagai hari berdirinya Pondok Pesantren Al-Mu’minien Lohbener.
Pesantren ini diberi nama Al-Mu’minien dengan beberapa makna dan pertimbangan penting.
Tasmiiyatan wa Tansyiqon
Penamaan ini bertujuan memberikan identitas yang jelas bagi lembaga pesantren serta menciptakan kesatuan dan kekompakan di antara seluruh keluarga besar pesantren, lembaga pendidikan, biro, dan unit usaha yang ada di dalamnya.
Tabarrukan wa Tafa’ulan
Nama Al-Mu’minien juga dimaksudkan sebagai bentuk memohon keberkahan kepada Allah SWT serta menumbuhkan optimisme agar sumber daya manusia yang lahir dari pesantren ini mampu meneladani hamba-hamba Allah yang memiliki keimanan yang kuat.
Tarikhan wa Takdiran
Penamaan ini juga dipilih untuk mengenang sejarah musholla kecil yang menjadi cikal bakal berdirinya pesantren ini serta sebagai pengingat bagi generasi berikutnya bahwa pesantren ini berdiri karena kepercayaan dan doa para kaum mu’minin dan mu’minat.
Status dan Kelembagaan Pesantren
Pondok Pesantren Al-Mu’minien Lohbener merupakan lembaga pendidikan yang bersifat independen. Pesantren ini tidak berafiliasi dengan partai politik manapun dan sepenuhnya bergerak dalam bidang pendidikan serta kegiatan sosial kemasyarakatan.
Untuk menjaga keberlangsungan lembaga, Pondok Pesantren Al-Mu’minien Lohbener berdiri di bawah badan hukum yang bernama Yayasan Pondok Pesantren Al-Mu’minien yang disingkat YANMU.
Nilai-Nilai Dasar Pondok Pesantren Al-Mu’minien
Dalam menjalankan aktivitas pendidikan dan pembinaan santri, Pondok Pesantren Al-Mu’minien Lohbener berpegang pada nilai-nilai dasar kelembagaan yang meliputi nilai keislaman, keindonesiaan, kepesantrenan, dan nilai kejuangan.
Nilai Keislaman
Nilai ini mencakup penguatan aqidah, syariah, dan akhlak serta pelestarian tradisi keilmuan Islam klasik.
Nilai Keindonesiaan
Pesantren menjunjung tinggi nilai kebangsaan dengan berlandaskan Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia, serta Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Nilai Kepesantrenan
Pondok Pesantren Al-Mu’minien memegang teguh Panca Jiwa Pesantren yang meliputi keikhlasan, kesederhanaan, ukhuwah Islamiyah, kemandirian, dan kebebasan. Selain itu pesantren juga menjunjung tradisi pesantren yang positif serta falsafah hidup “Belajar untuk Ibadah.”
Nilai Kejuangan
Nilai perjuangan diwujudkan melalui semangat Al-Jihad, Al-Ijtihad, dan Al-Mujahadah, pengabdian tanpa pamrih, kerja keras yang tidak mengenal lelah, serta perjuangan untuk mewujudkan kemuliaan Islam dan kaum muslimin atau Izzul Islam wal Muslimin.
Komitmen Mencetak Generasi Masa Depan
Sejak berdiri pada tahun 1992 hingga sekarang, Pondok Pesantren Al-Mu’minien Lohbener terus berkomitmen menjadi lembaga pendidikan Islam yang mampu melahirkan generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlakul karimah.
Dengan menggabungkan tradisi pesantren klasik dan sistem pendidikan yang terus berkembang, pesantren ini diharapkan mampu mencetak generasi masa depan yang siap menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Belum ada Komentar untuk "Pondok Pesantren Al-Mu’minien Lohbener Indramayu"
Posting Komentar