
Mengenal Sosok Buyut Karibun bin Ki Anas Maksum
Di tengah kawasan Pemakaman Umum Desa Pekandangan Jaya, Kabupaten Indramayu, terdapat sebuah makam yang dikenal masyarakat setempat sebagai makam Buyut Karibun. Makam ini berada di kompleks Makam Santri dan hingga kini masih sering diziarahi oleh warga yang ingin mengenang sosok ulama penyebar Islam di wilayah tersebut.
Menurut penuturan para tokoh sepuh di Pekandangan dan Pekandangan Jaya, Buyut Karibun dikenal sebagai seorang ulama yang pernah berdakwah di wilayah Indramayu pada masa lampau. Sosoknya dihormati karena perannya dalam mengajarkan nilai-nilai keislaman kepada masyarakat setempat.
Asal-usul Keturunan
Berdasarkan pitutur yang disampaikan oleh Kang Asep Pekandangan, Buyut Karibun merupakan putra dari Ki Anas Maksum. Makam Ki Anas Maksum sendiri berada di belakang pengimaman Masjid Agung Sang Cipta Rasa yang berada di lingkungan Keraton Kasepuhan Cirebon, salah satu pusat sejarah dan penyebaran Islam di wilayah Cirebon.
Dalam silsilah yang dituturkan secara turun-temurun, Ki Anas Maksum disebut sebagai putra dari Pangeran Kusuma Jaya. Sementara itu, Pangeran Kusuma Jaya merupakan putra dari Panembahan Girilaya, yang dikenal sebagai raja ketiga Kesultanan Cirebon dan juga disebut sebagai Panembahan Ratu II. Panembahan Girilaya memerintah sekitar tahun 1649 hingga 1662.
Silsilah tersebut menunjukkan bahwa Buyut Karibun memiliki hubungan genealogis dengan lingkungan bangsawan dan tokoh penting dalam sejarah Cirebon.
Keturunan Buyut Karibun
Dalam garis keturunannya, Buyut Karibun memiliki seorang putra bernama Buyut Karniyah. Dari Buyut Karniyah kemudian lahir dua putra kembar bernama Kasan dan Kusen.
Salah satu dari keturunan tersebut, yakni Kusen, kemudian dikenal luas oleh masyarakat dengan nama Kuwu Umar atau Ki Kuwu Sami Aji. Ia tercatat sebagai Kuwu (kepala desa) Pekandangan keempat pada masa lalu.
Kuwu Umar inilah yang kemudian dikenal sebagai leluhur dari Bani Umar di Pekandangan, Indramayu. Hingga saat ini, garis keturunan tersebut masih dikenal dan dihormati oleh masyarakat setempat.
Mondok di Pondok Pesantren Al-Washilah Jakarta
Rasakan suasana pendidikan pesantren yang religius, disiplin, dan penuh nilai keislaman. Pondok Pesantren Al-Washilah hadir sebagai lembaga pendidikan Islam yang memadukan tradisi pesantren dengan pendidikan modern untuk membentuk generasi berilmu, berakhlak, dan siap menghadapi masa depan.
📍 Alamat
Jl. Kp. Baru No.20, RT.04/RW.10, Kembangan Utara,
Kec. Kembangan, Jakarta Barat, 11610
📞 Telepon / WhatsApp
0898-9156-443
🌐 Website
www.alwashilah.id
📧 Email
ponpesalwashilah@gmail.com
Warisan Sejarah dan Tradisi
Keberadaan makam Buyut Karibun di Pekandangan Jaya tidak hanya menjadi situs pemakaman biasa, tetapi juga menjadi bagian dari sejarah lokal masyarakat Indramayu. Tradisi ziarah ke makam para ulama dan leluhur masih terus dijaga sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh yang pernah berjasa dalam penyebaran agama Islam dan pembangunan masyarakat.
Kisah mengenai Buyut Karibun dan keturunannya menjadi bagian dari memori kolektif masyarakat Pekandangan dan sekitarnya, sekaligus memperlihatkan bagaimana hubungan sejarah antara wilayah Cirebon dan Indramayu terjalin melalui jaringan ulama, bangsawan, serta tokoh masyarakat di masa lalu.
Belum ada Komentar untuk "Mengenal Sosok Buyut Karibun bin Ki Anas Maksum"
Posting Komentar