Fatahillah: Panglima Perang yang Mengubah Sejarah Jakarta dan Mengalahkan Portugis!

Fatahillah: Panglima Perang yang Mengubah Sejarah Jakarta dan Mengalahkan Portugis!


Sejarah Fatahillah

Sejarah Fatahillah

Fatahillah atau Tubagus Fatahillah, Fadhillah Khan, Tagaril/Fagaril, dan Falatehan (versi Portugis), merupakan tokoh penting dalam sejarah Nusantara. Ia lahir di North Aceh dan wafat di Kesultanan Cirebon pada tahun 1570. Fatahillah dikenal sebagai panglima perang Kesultanan Demak, penyebar Islam, serta Sultan kedua di Cirebon.

Latar Belakang

Fatahillah berasal dari Pasai, Aceh Utara. Ia meninggalkan Pasai ketika wilayah itu dikuasai Portugis, lalu belajar agama Islam di Mekkah selama beberapa tahun. Setelah kembali, ia pindah ke Pulau Jawa dan mengabdi kepada Sultan Trenggana dari Kesultanan Demak. Dalam pengabdiannya, ia menikahi adik Sultan Trenggana, sekaligus Ratu Ayu, putri Sunan Gunung Jati.

Peran dan Penaklukan

Fatahillah memimpin pasukan Demak untuk menaklukkan Sunda Kelapa pada tahun 1527, mengganti namanya menjadi Jayakarta, dan mencegah Portugis membangun benteng di wilayah tersebut. Penaklukan ini merupakan bagian dari misinya untuk menyebarkan Islam di pesisir utara Jawa Barat dan Banten. Ia juga dikenal menyerang armada Portugis yang terdampar di Sunda Kelapa, seperti yang dicatat oleh João de Barros.

Mondok di Pondok Pesantren Al-Washilah Jakarta

Rasakan suasana pendidikan pesantren yang religius, disiplin, dan penuh nilai keislaman. Pondok Pesantren Al-Washilah hadir sebagai lembaga pendidikan Islam yang memadukan tradisi pesantren dengan pendidikan modern untuk membentuk generasi berilmu, berakhlak, dan siap menghadapi masa depan.


📍 Alamat
Jl. Kp. Baru No.20, RT.04/RW.10, Kembangan Utara,
Kec. Kembangan, Jakarta Barat, 11610

📞 Telepon / WhatsApp
0898-9156-443

🌐 Website
www.alwashilah.id

📧 Email
ponpesalwashilah@gmail.com

Ayo bergabung bersama Pondok Pesantren Al-Washilah dan jadilah bagian dari generasi santri yang berilmu dan berakhlakul karimah.

Keluarga dan Keturunan

Fatahillah memiliki beberapa keturunan yang berperan penting dalam sejarah lokal:

  • Ratu Wanawati Raras – ibu Panembahan Ratu I
  • Panglima Gunung Pelawan – penyebar Islam di Pulau Bangka
  • Kiai Bagus Abdurrahman – garis keturunan Kesultanan Palembang Darussalam
  • Kiai Mas Abdul Aziz – garis keturunan Kesultanan Palembang Darussalam
  • Minak Kejala Biddien dan Minak Kejala Khatu – garis keturunan Keratuan Lampung
  • Maulana Abdullah dan Pangeran Sendang Garuda

Sultan Kedua di Cirebon

Setelah wafatnya Sunan Gunung Jati pada tahun 1568, Fatahillah menjadi Sultan Cirebon hingga wafatnya pada tahun 1570. Ia dimakamkan di Astana Gunung Sembung, bersebelahan dengan makam Sunan Gunung Jati. Tahta Kesultanan Cirebon kemudian diwariskan kepada Panembahan Ratu I.

Penghargaan

Fatahillah diakui sebagai Pahlawan Nasional Indonesia karena jasanya mempertahankan Sunda Kelapa dari Portugis. Beberapa penghargaan dan penamaan tempat mengenang jasanya, antara lain:

  • Masjid Fatahillah
  • KRI Fatahillah (361)
  • Museum Fatahillah
  • Sekolah Tinggi Teknologi Fatahillah
  • Lapangan Fatahillah
Share
Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

Belum ada Komentar untuk "Fatahillah: Panglima Perang yang Mengubah Sejarah Jakarta dan Mengalahkan Portugis!"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel